[menuju akhir]


Langkah-langkah percobaan :

1. Siapkan alat dan bahan yaitu dengan komponen utama STM32F103C8, touch sensor, PIR sensor, Resistor, LED, Buzzer

2. Rangkai sesuai gambar percobaan

3. Rancang kerja rangkaian sesuai flowchart

4. Inisialisasi STM32F103C8 dengan aplikasi STM32CUBE ID

5. Setelah dapat file hex nya, masukkan file hex ke dalam stm pada proteus

6. Tekan tombol “Play” untuk menjalankan simulasi


2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
a. Hardware
1. STM32F103C8
TM32F103C8 adalah mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3 yang  dikembangkan oleh STMicroelectronics. Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang dapat diprogram menggunakan berbagai  metode, termasuk komunikasi serial (USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer maupun perangkat lain.

2. Touch Sensor

Touch sensor adalah sensor yang dapat mendeteksi sentuhan atau kontak dari jari manusia (atau objek lain) dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal listrik.

3. PIR Sensor
PIR sensor (Passive Infrared Sensor) adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi pergerakan manusia atau makhluk hidup berdasarkan perubahan radiasi inframerah di sekitarnya.

4. LED

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

5. Buzzer
Buzzer adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara (bunyi) melalui mekanisme getaran. Komponen ini termasuk dalam kategori output device karena digunakan untuk memberikan respon berupa suara terhadap suatu kondisi atau perintah dalam rangkaian elektronik.

6. Resistor 

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

b. Diagram Blok




3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]


Prinsip Kerja :

Prinsip kerja rangkaian ini berbasis pada sistem kendali mikrokontroler STM32F103C8 yang berfungsi sebagai unit pemroses utama untuk sinyal masukan dari Sensor PIR dan Sensor Touch. Secara operasional, sensor PIR yang terhubung pada pin masukan (PA0) bertugas mendeteksi radiasi inframerah dari gerakan manusia, sementara sensor Touch pada pin (PA1) mendeteksi adanya sentuhan fisik; kedua sensor ini mengirimkan sinyal logika digital berupa HIGH (1) saat terpicu dan LOW (0) saat dalam kondisi diam. Sesuai dengan kondisi yang diinginkan, ketika kedua sensor berada dalam status LOW (tidak mendeteksi gerakan maupun sentuhan), mikrokontroler akan memproses data tersebut dan mempertahankan pin keluaran (PB0 dan PB1) pada level tegangan rendah. Akibatnya, arus listrik tidak akan mengalir menuju LED (D1) dan Buzzer (BUZ1), sehingga LED tetap dalam kondisi mati dan buzzer tidak mengeluarkan suara. Sebaliknya, jika salah satu atau kedua sensor mendeteksi input, mikrokontroler akan mengubah status pin keluaran menjadi HIGH untuk mengaktifkan perangkat output sebagai indikator peringatan.


4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
a. Flowchart



b. Listing Program


5. Video Demo [Kembali]


6. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan kondisi ketika sensor PIR tidak mendeteksi gerakan dan sensor touch tidak mendeteksi sentuhan, maka LED mati dan buzzer tidak berbunyi.

7. Video Simulasi [Kembali]




8. Download File [Kembali]

Komentar